عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «إِنِّي لَأَعْرِفُ حَجَرًا بِمَكَّةَ كَانَ يُسَلِّمُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ أُبْعَثَ، إِنِّي لَأَعْرِفُهُ الْآنَ». [رَوَاهُ مُسْلِمٌ]
Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui sebuah batu di Makkah yang dahulu mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus (menjadi rasul), sesungguhnya aku benar-benar mengetahuinya sekarang.” [HR. Muslim]
Makna Global Hadis (Al-Ma’na al-Ijmali):
Di antara kabar gembira yang mendahului pengutusan (ba’tsah) Nabi ﷺ: bahwasanya sebuah batu mengucapkan salam kepada beliau dengan lafaz kenabian sebelum beliau diutus menjadi rasul, seraya mengucapkan: “Semoga keselamatan terlimpah kepadamu, wahai Rasulullah.”
Pelajaran yang dapat diambil dari hadis:
- Di antara kabar gembira tentang diutusnya Nabi ﷺ adalah mukjizat berupa ucapan salam dari batu kepada beliau dengan pengakuan kenabian beliau.
- Termasuk ketetapan (sunnah) Allah Ta’ala adalah mengokohkan para nabi-Nya dengan mukjizat-mukjizat yang terjadi pada mereka.
- Bahwasanya Zat yang mampu membuat batu yang bisu (al-hajar al-asham) berbicara, tentu berkuasa untuk mengutus para rasul dan memberi tahu mereka tentang hal-hal yang gaib (al-mughayyabat).
(Di alih bahasakan dari al-Arba’uun Fii as-Siirah an-Nabawiyah (40 Hadiitsan Mukhtaaran Fii Siirati Khaatami al-Anbiyaa-i ﷺ) Prof. Dr. Adil bin Ali al-Syaddi & Prof. Muhammad bin Abdurrahim al-Arabi)






