Hijrah Nabi ﷺ: Suraqah Mencari Nabi ﷺ

عَنْ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِي حَدِيثِ الْهِجْرَةِ: «ارْتَحَلْنَا وَالْقَوْمُ يَطْلُبُونَا، فَلَمْ يُدْرِكْنَا أَحَدٌ مِنْهُمْ غَيْرُ سُرَاقَةَ بْنِ مَالِكِ بْنِ جُعْشُمٍ عَلَى فَرَسٍ لَهُ، فَقُلْتُ: هَذَا الطَّلَبُ قَدْ لَحِقَنَا يَا رَسُولَ اللهِ! فَقَالَ: «لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا». [متفق عليه]

 

Dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dalam hadis tentang hijrah, ia berkata: “Kami berangkat melakukan perjalanan sementara orang-orang (kaum musyrikin) mencari kami. Maka tidak ada seorang pun dari mereka yang berhasil menyusul kami selain Suraqah bin Malik bin Ju’shum di atas kuda miliknya. Aku pun berkata: ‘Rombongan pengejar ini telah menyusul kita, wahai Rasulullah!’ Maka beliau bersabda: ‘Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita’.” [Muttafaq ‘Alaih]

 

Makna Global Hadis (Al-Ma’na al-Ijmali):

 

؛ لِيُشْبِهَ فِي قَوْلِهِ قَوْلَ أَخِيهِ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ لِقَوْمِهِ حِينَ قَالُوا لَهُ: ﴿إِنَّا لَمُدْرَكُونَ﴾ [الشعراء: ٦١] ﴿قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ﴾ [الشعراء: ٦٢].

Ini merupakan salah satu fase dari perjalanan hijrah kenabian yang mulia. Di dalamnya, rombongan nabi yang mulia menyaksikan situasi lain dari berbagai ujian di jalan Allah. Sungguh, Suraqah telah datang dengan didorong oleh sayembara berhadiah dari kaum Quraisy untuk membunuh Nabi ﷺ, hingga jarak yang memisahkan dirinya dengan hadiah tersebut tinggal beberapa meter saja, dan hingga kecemasan atas keselamatan Rasulullah ﷺ kembali melanda sahabat yang membonceng di belakang beliau, yaitu Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Akan tetapi, sekali lagi Nabi ﷺ menyiram benih ketawakalan kepada Allah di dalam hati sahabatnya dengan sabda beliau: 

 

«لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا»

 

“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” 

 

Ucapan beliau ini serupa dengan ucapan saudaranya, Musa ‘alaihis salam, kepada kaumnya ketika mereka berkata kepadanya:

 

﴿إِنَّا لَمُدْرَكُونَ﴾ 

 

“Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul” [QS. Asy-Syu’ara: 61],

 

 ﴿قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ﴾ 

 

“Dia (Musa) menjawab: ‘Sekali-kali tidak (akan tersusul); sesungguhnya Rabbku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku’.” [QS. Asy-Syu’ara: 62].

 

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis:

 

  1. Kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pertolongan-Nya bagi Rasul-Nya ﷺ: Sebagaimana Allah telah menutup pandangan kaum Quraisy ketika mereka mengepung di sekeliling rumah beliau untuk membunuhnya, dan Allah menutup pandangan mereka untuk kedua kalinya ketika mereka berada di atas gua tempat Nabi ﷺ dan sahabatnya berada, sesungguhnya Allah sekarang membelenggu kuda Suraqah dan memperlihatkan kepadanya tanda-tanda kekuasaan-Nya yang mengubah keadaannya; dari seorang pengejar yang ingin membunuh Nabi ﷺ di pagi hari, menjadi seorang pejuang yang gigih mempertahankan beliau di sore hari.
  2. Kesempurnaan rasa percaya Nabi ﷺ kepada Rabbnya.
  3. Teramat besarnya rasa khawatir Abu Bakar ash-Siddiq radhiyallahu ‘anhu atas keselamatan Rasulullah ﷺ.

 

(Di alih bahasakan dari al-Arba’uun Fii as-Siirah an-Nabawiyah (40 Hadiitsan Mukhtaaran Fii Siirati Khaatami al-Anbiyaa-i ﷺ) Prof. Dr. Adil bin Ali al-Syaddi & Prof. Muhammad bin Abdurrahim al-Arabi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *