Orang-orang yang Banyak Memuji Allah([1])
Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
«قَالَ رَجُلٌ “الْحَمْدُ لِلهِ كَثِيراً” فَأَعْظَمَهَا الْمَلَكُ أَنْ يَكْتُبَهَا ، فَرَاجَعَ فِيهَا رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : اكْتُبُوهَا لِعَبْدِي رَحْمَتِي كَثِيراً»
“Ada seorang laki-laki mengucapkan ‘Alhamdulillah katsiran’ (segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak), maka malaikat menganggap kalimat tersebut terlalu besar/agung untuk ia tulis (pahalanya), lalu ia merujuk (melapor) kepada Rabb-nya ‘Azza wa Jalla mengenai hal itu. Maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Tulislah untuk hamba-Ku itu rahmat-Ku yang banyak.'” ([2])
Dan datang pula riwayat secara mauquf (hanya sampai pada ucapan sahabat) dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
«إِذَا قَالَ الْعَبْدُ الْحَمْدُ لِلهِ كَثِيراً قَالَ الْمَلَكُ كَيْفَ أَكْتُبُ ؟ قَالَ : اكْتُبْ لَهُ رَحْمَتِي كَثِيراً، وَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيراً قَالَ الْمَلَكُ كَيْفَ أَكْتُبُ؟ قَالَ : اكْتُبْ رَحْمَتِي كَثِيراً، وَإِذَا قَالَ سُبْحَانَ اللهِ كَثِيراً قَالَ الْمَلَكُ كَيْفَ أَكْتُبُ؟ قَالَ : اكْتُبْ رَحْمَتِي كَثِيراً»
“Apabila seorang hamba mengucapkan ‘Alhamdulillah katsiran’ (segala puji bagi Allah dengan banyak), malaikat akan bertanya: ‘Bagaimana aku menulisnya?’ Ia (Allah) berfirman: ‘Tulislah untuknya rahmat-Ku yang banyak.’ Dan apabila hamba mengucapkan ‘Allahu Akbar kabiran’ (Allah Maha Besar dengan kebesaran yang banyak), malaikat akan bertanya: ‘Bagaimana aku menulisnya?’ Ia (Allah) berfirman: ‘Tulislah rahmat-Ku yang banyak.’ Dan apabila (hamba) mengucapkan ‘Subhanallah katsiran’ (Maha Suci Allah dengan banyak), malaikat akan bertanya: ‘Bagaimana aku menulisnya?’ Ia (Allah) berfirman: ‘Tulislah rahmat-Ku yang banyak.'” ([3])
(30 Sababan Li Tunaala Rahmatullaahi Ta’aalaa, Abu Abdirrahman Sulthan ‘Aliy, alih bahasa Muhammad Syahri)
________________________________________
Footnote:
([1]) Silakan merujuk pada kitab (Fadhlul Hamid Al-Majid fi Fadhli wa Fawa’id At-Tahmid) karya penyusun risalah ini.
([2]) Diriwayatkan oleh At-Thabrani dan Abu Asy-Syaikh. Al-Albani berkata: Statusnya Hasan lighairihi (Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 1578).
([3]) Mushannaf Ibnu Abi Syaibah – (Juz 6 / Hal. 56).






