Kalimat Tauhid Yang Utama (Terlebih Dahulu)

عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عَبَّادٍ الدِّيلِيِّ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي الْجَاهِلِيَّةِ بِسُوقِ ذِي الْمَجَازِ وَهُوَ يَقُولُ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ تُفْلِحُوا»؛ قَالَ: يُرَدِّدُهَا مِرَارًا وَالنَّاسُ مُجْتَمِعُونَ عَلَيْهِ يَتْبَعُونَهُ». [رَوَاهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ وَغَيْرُهُمَا، وَصَحَّحَهُ ابْنُ الْمُلَقِّنِ]

 

Dari Rabi’ah bin ‘Abbad ad-Dili radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah ﷺ pada masa jahiliyah di pasar Dzul Majaz, dan beliau bersabda: ‘Wahai sekalian manusia, katakanlah: Lailahaillallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), niscaya kalian akan beruntung.’ Ia berkata: ‘Beliau mengulang-ulangnya berkali-kali sedangkan manusia berkumpul di sekeliling beliau seraya mengikuti beliau.’” [HR. Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan selain keduanya, dan disahihkan oleh Ibnu al-Mulaqqin]

 

Kosakata Asing (Gharib al-Hadith):

 

  • Sūq Dzūl Majāz (سُوقُ ذِي الْمَجَازِ): Sebuah pasar yang terletak di antara Makkah al-Mukarramah and Thaif. Pasar ini merupakan salah satu pasar tempat berkumpulnya bangsa Arab pada masa lampau untuk melakukan perdagangan (berniaga).

 

Makna Global Hadis (Al-Ma’na al-Ijmali):

 

Hadis ini menjelaskan bagaimana kalimat tauhid menjadi perkara pertama yang diserukan oleh Nabi ﷺ. Ya, beliau senantiasa mengulang-ulang kepada mereka: 

 

«قُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ؛ تُفْلِحُوا»

 

“Katakanlah: Lailahaillallah, niscaya kalian akan beruntung”, maksudnya: Berimanlah bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah Ta’ala. Karena sesungguhnya kalimat ini adalah kalimat keikhlasan (kalimatul ikhlash) yang tidak ada keselamatan bagi seseorang tanpanya, dan dengannya seorang hamba dapat membebaskan diri dari segala bentuk sesembahan selain Allah, serta memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, Maha Suci Dia.

 

Pelajaran yang dapat diambil dari hadis:

 

  • Bahwa perkara pertama yang harus didakwahkan dalam Islam adalah kalimat tauhid.

 

  • Bahwa keberuntungan dan kemenangan sejati itu bergantung pada kalimat ini, dan tidak ada jalan untuk meraih keduanya tanpa kalimat ini.

 

  • Bahwa wajib bagi para dai untuk bergerak aktif melakukan mobilisasi dan mendakwahkan agama Allah; sebab Nabi ﷺ pergi meninggalkan Makkah untuk menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah Arab di pasar-pasar mereka.

 

  • Bersabar menghadapi gangguan di jalan dakwah kepada Allah; sebab Nabi ﷺ diganggu (disakiti) di jalan dakwahnya hingga kedua kaki beliau berdarah (tadmā qadamuhu), namun hal itu sama sekali tidak menghalangi beliau dari terus berdakwah.

 

(Di alih bahasakan dari al-Arba’uun Fii as-Siirah an-Nabawiyah (40 Hadiitsan Mukhtaaran Fii Siirati Khaatami al-Anbiyaa-i ﷺ) Prof. Dr. Adil bin Ali al-Syaddi & Prof. Muhammad bin Abdurrahim al-Arabi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *