Wahai Pembaca Al-Fatihah.. Apakah Engkau Memahami Pesannya?
Tidak ada dua orang pun yang ragu bahwa topik tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir telah meluas cakupannya di zaman kita ini dengan bentuk yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal itu memiliki sebab-sebab yang tidak tersembunyi, dan barangkali keterbukaan media—dengan berbagai sarananya—berada di urutan teratas. Maksud dari pembicaraan ini bukanlah untuk mencari-cari sebab tersebarnya fenomena ini, melainkan untuk mengingatkan akan pengobatan rabbani yang agung untuk fenomena tersebut, yaitu merenungi surah Al-Fatihah, yang merupakan As-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan Al-Qur’an yang agung yang dikaruniakan kepada Nabi kita ﷺ.
Hal itu karena separuh dari surah ini didedikasikan untuk menetapkan masalah kemandirian, kebanggaan dengan agama ini, dan peringatan dari menyerupai dua umat Ahli Kitab—yang telah disebutkan oleh Nabi ﷺ dalam hadits beliau yang baru saja disebutkan (sebelumnya)—lalu bagaimana lagi dengan umat-umat selain keduanya yang tidak memiliki kitab, dan tidak memiliki hukum-hukum yang menjadi keistimewaan umat Ahli Kitab!
Hal itu terdapat dalam firman Allah Ta’ala:
﴿اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ﴾
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 6-7).
Maka engkau melihat bagaimana kita diperintahkan dalam sehari semalam setidaknya tujuh belas kali dengan doa yang agung ini, yaitu (meminta) hidayah kepada jalan yang lurus, yang telah dilalui oleh:
﴿النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ﴾
“(yaitu) para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh.” (QS. An-Nisa’: 69).
Serta ditegaskan dengan berlepas diri dari jalannya umat Yahudi yang dimurkai atas mereka karena mereka meninggalkan pengamalan terhadap ilmu, dan berlepas diri dari jalannya umat Nasrani yang beribadah kepada Allah Ta’ala tanpa petunjuk dan tanpa kitab yang menerangi.
Sesungguhnya merenungi surah ini sungguh akan mencabut pohon tasyabbuh (menyerupai orang kafir) dari akarnya. Akan tetapi, apakah orang-orang yang menyerupai musuh-musuh Allah Ta’ala itu menyadari dan merenungi apa yang mereka baca?! Seandainya mereka demikian, niscaya mereka tidak akan rela menyimpang dari jalan hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan para wali-Nya dari kalangan para nabi dan rasul, untuk kemudian turun derajat menuju perbuatan menyerupai para penyembah salib dan penganut trinitas, yang menisbatkan perkara-perkara yang sangat keji (dusta besar) kepada Allah Ta’ala.
Dan dengan penjelasan yang telah lalu, terbukalah bagi orang yang merenungi sebuah rahasia dari rahasia-rahasia surah yang agung ini, yang kita diperintahkan untuk membacanya di setiap rakaat. Maka, apakah kita melihat pengaruhnya pada kehidupan kita semua, dan pada saudara-saudari kita dari kalangan orang-orang yang rela terhadap diri mereka dengan kerendahan ketika mereka menyerupai orang-orang kafir?!
Sesungguhnya surah ini merupakan salah satu jalan terpendek untuk mengobati masalah ini yang meresahkan seorang mukmin dan orang yang memiliki kecemburuan (kepedulian) terhadap umatnya, dan ia adalah sebaik-baik hal yang dengannya orang-orang yang menyerupai orang kafir diberi peringatan.
Maka wahai pembaca surah Al-Fatihah.. Apakah engkau telah memahami pesan ini dengan baik?
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami rasa bangga dengan agama kami, dan lindungilah kami dari menyerupai orang-orang yang kami benci dari kalangan musuh-musuh agama, wahai Rabb semesta alam.
(Diterjemahkan dari Majalisu at-Tadzkiir, Fushulun Imaniyatun Tarbawiyatun, Prof. DR. ‘Umar Abdullah Muhammad al-Muqbil)
____________________
Footnote:






