(13) Kedermawanan Nabi ﷺ di dalam Ramadhan

[arabic-font]عن ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ[/arabic-font] Dari Ibnu ‘Abbas L, dia berkata, “Adalah Rasulullah ﷺ manusia yang paling dermawan. Dan adalah beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan. Yaitu saat Jibril menemui beliau. Dan adalah Jibril menemui beliau pada setiap malam Ramadhan. Lalu Nabi membacakan al-Qur`an kepadanya. Maka sungguh Rasulullah ﷺ benar-benar manusia yang paling dermawan dengan kebaikan daripada angin yang berhembus.” (HR. al-Bukhari Muslim)

Wahai hamba Allah,

1. Berinfaqlah pada setiap sisi kebaikan; berupa berbagai shadaqah atas orang-orang faqir, orang-orang yang membutuhkan, anak-anak yatim dan selain mereka. Tariklah dari tabungan Anda, dan jadikan untuk akhirat Anda.

Dan ketahuilah bahwa apa yang telah Anda infaqkan itulah milik Anda.

Sungguh, Allah ﷻ telah berfirman,
[arabic-font] وَأَنفِقُواْ مِمَّا جَعَلَكُم مُّسۡتَخۡلَفِينَ فِيهِۖ[/arabic-font] “… dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.” (QS. al-Hadiid (57): 7)

Dan berdasarkan hadits dari al-Harits bin Suwaid, dia berkata, ‘Abdullah I berkata, Nabi ﷺ bersabda,
[arabic-font] أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا مِنَّا أَحَدٌ إِلَّا مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ قَالَ فَإِنَّ مَالَهُ مَا قَدَّمَ وَمَالُ وَارِثِهِ مَا أَخَّرَ[/arabic-font] “Siapakah diantara kalian yang harta ahli warisnya lebih dia sukai daripada hartanya sendiri?’ Maka mereka menjawab, ‘Ya Rasulullah, tidak ada diantara kami melainkan hartanya sendiri lebih dia sukai (daripada harta ahli warisnya).’ Maka beliau bersabda, ‘Maka sesungguhnya hartanya sendiri adalah apa yang dia persembahkan (untuk Allah), dan harta milik ahli warisnya adalah apa yang diakhirkan (tinggalkan).” (HR. al-Bukhari)

2. Jadilah Anda orang yang dermawan di dalam Ramadhan dengan pemberian dan berbagai sedekah. Dan manfaatkanlah kesempatan umur. Dan Allah Maha Mengetahui, apakah Ramadhan tahun depan datang sementara Anda dalam keadaan hidup ataukan ia datang sementara kita telah keluar dari dunia (telah mati).

Sungguh, adalah Nabi ﷺ lebih dermawan daripada angin yang berhembus, maka jadilah Anda orang yang mencontoh beliau ﷺ.

3. Berikanlah makanan berbuka bagi orang-orang yang berpuasa, agar Anda mendapatkan pahala puasa mereka.

Berdasarkan hadits Zaid bin Khalid al-Juhaniy I, dia berkata, ‘Rasulullah ﷺ bersabda,
[arabic-font] مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا[/arabic-font] “Barangsiapa memberikan makan berbuka bagi seorang yang berpuasa, maka ada untuknya pahala seperti pahalanya, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun.” (HR. at-Turmudzi)

4. Ketahuilah, bahwa apa yang telah Anda persembahkan dari harta Anda, adalah sebenar-benar tabungan harta Anda yang hakiki. Oleh karena itulah, berinfaqlah di dalam Ramadhan, dikarenakan infaq di dalamnya dilipatgandakan. Dikarenakan Ramadhan adalah zaman yang fadhil (utama).
Dan bersemangatlah untuk mengeluarkan bagian dari harta Anda sejak sekarang sebelum Anda meninggal.

Berdasarkan hadits Mutharrif dari bapaknya I, dia berkata,
[arabic-font] أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقْرَأُ أَلْهَاكُمْ التَّكَاثُرُ قَالَ يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي قَالَ وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ[/arabic-font] “Aku pernah mendatangi Nabi ﷺ sementara beliau sedang membaca alhaakumuttakaatsur, lalu beliau bersabda, ‘Anak Adab berkata, ‘Hartaku, hartaku.’ Beliau bersabda, ‘Tidaklah yang menjadi milikmu dari hartamu wahai anak Adam, melainkan apa yang telah Engkau makan hingga Engkau habiskan, atau yang telah Engkau pakai hingga Engkau jadikan lusuh, atau yang telah Engkau sedekahkan, hingga Engkau tetapkan.” (HR. Muslim)

5. Buatlah untuk Anda jadwal bagi harta Anda di bulan Ramadhan. Jadikan satu bagian dari gaji Anda untuk shadaqah, jadikan satu bagian dari perniagaan Anda untuk orang-orang faqir dan anak-anak yatim, jadikan satu bagian dari tabungan Anda untuk waqaf kebaikan, atau untuk mencetak buku bermanfaat dari kitab-kitab ‘aqidah, fiqih, ataupun tafsir.

Dan bersungguh-sungguhlah Anda jadikan untuk Anda sebuah waqaf atas setiap amal-amal kebaikan.
Berdasarkan hadits Abu Hurairah I, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
[arabic-font] إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ[/arabic-font] “Jika seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali dari tiga perkara, kecuali dari shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

6. Bersedekahlah sejak sekarang sebelum Anda meninggal, dan sebelum terjadinya hari kiamat. Agar Anda berada di bawah naungan shadaqah Anda pada hari kiamat.

Berdasarkan hadits ‘Uqbah bin ‘Aamir I, dia berkata, ‘Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
[arabic-font] كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ – أَوْ قَالَ: يُحْكَمَ بَيْنَ النَّاسِ – ” قَالَ يَزِيدُ: ” وَكَانَ أَبُو الْخَيْرِ لَا يُخْطِئُهُ يَوْمٌ إِلَّا تَصَدَّقَ فِيهِ بِشَيْءٍ وَلَوْ كَعْكَةً أَوْ بَصَلَةً أَوْ كَذَا[/arabic-font] “Setiap orang berada pada naungan shadaqahnya hingga diputuskan perkara diantara manusia –atau dia berkata, ‘(Hingga) diputuskan hukum diantara manusia-‘ Yazid berkata, ‘Dan adalah Abu al-Khair, tidak pernah luput dari satu haripun melainkan dia bershadaqah padanya dengan sesuatu sekalipun sepotong kue atau sebuah bawang, atau demikian… (HR. Ahmad)

7. Jangan menolak seorang peminta-mintapun yang meminta kepada Anda. Contohlah Nabi ﷺ, maka berikanlah kepada setiap orang yang meminta kepada Anda sekalipun sesuatu yang sedikit.

Berdasarkan hadits Ibnu Bujaid al-Anshariy, kemudian al-Haritsiy, dari neneknya J, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
[arabic-font] رُدُّوا الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِظِلْفٍ مُحْرَقٍ[/arabic-font] “Tolaklah orang-orang miskin sekalipun dengan kikil yang dibakar.” (HR. Malik)

8. Bersedakahlah Anda, wahai kaum wanita, sekalipun dari emas yang ada pada diri Anda.

Dan perhatikanlah hadits Abu Sa’id al-Khudriy I ini,
[arabic-font] خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحًى أَوْ فِطْرٍ إِلَى الْمُصَلَّى ثُمَّ انْصَرَفَ فَوَعَظَ النَّاسَ وَأَمَرَهُمْ بِالصَّدَقَةِ فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ تَصَدَّقُوا فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ[/arabic-font] “Rasulullah ﷺ pernah keluar pada hari raya Adha, atau hari raya Fithr menuju musholla, kemudian beliau berpaling, lalu memberikan nasihat kepada manusia, dan memerintah mereka untuk bershadaqah, seraya beliau bersabda, ‘Wahai manusia, bersedekahlah kalian.’ Lalu beliau melewati kaum wanita seraya bersabda, ‘Wahai sekalian kaum wanita bersedekahlah, dikarenakan sesungguhnya aku telah melihat kalian semua adalah mayoritasnya penghuni neraka.” (HR. al-Bukhari)

(Pelajaran Ketigabelas Dari Kitab an-Nabiy Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallama fii Ramadhaan (Tsalaatsuuna Darsan), Syaikh Muhammad bin Syami bin Mutho’in Syaibah, dialih bahasakan oleh Muhammad Syahri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *