Ilmu dan mempelajari ilmu adalah sebuah wasilah (sarana) utuk mengetahui yang halal, haram dan syubhat, dan segala peringatan padanya yang dari keterjerumusan kepada perkara yang telah Allah haramkan. Dan tidak diragukan lagi bahwa perkara ini adalah diridhai oleh Allah ﷻ, yang karenanya Dia memberikan motivasi untuk berilmu dan menuntut ilmu.
Allah ﷻ berfirman,
وَقُل رَّبِّ زِدنِي عِلمًا ١١٤
“… dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaahaa (20): 114)
Dan Nabi ﷺ telah bersabda,
«مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِيْ الدِّيْنِ»
“Barangsiapa Allah inginkan kebaikan baginya maka Dia akan membuatnya faqih dalam (urusan) agama.”([1])
Beliau ﷺ juga bersabda,
«وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ»
“Dan barangsiapa meniti satu jalan, di dalamnya dia mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan untuknya satu jalan menuju Sorga.”([2])
(Sumber: Mi-atu washilatin liyuhibbakallaahu warasuuluhuu, Sayyid Mubarok (Abu Bilal), dialih bahasakan oleh: Abu Rofi’ Muhammad Syahri)
______________________
Footnote:






