Berjihad dan ribath di jalan Allah ﷻ adalah termasuk amal-amal yang paling dicintai oleh Allah. Dan barangsiapa meninggalkan keduanya padahal mampu, maka Allah akan wariskan kemunafikan pada hatinya.
Dan sungguh, Allah telah memuji orang-orang yang berjihad dan mengangkat derajat mereka daripada orang yang duduk tidak berjihad, dan menjanjikan mereka dengan janji pahala yang agung.
Allah ﷻ berfirman,
لَّا يَستَوِي ٱلقَٰعِدُونَ مِنَ ٱلمُؤمِنِينَ غَيرُ أُوْلِي ٱلضَّرَرِ وَٱلمُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللهِ بِأَموَٰلِهِم وَأَنفُسِهِم فَضَّلَ ٱللهُ ٱلمُجَٰهِدِينَ بِأَموَٰلِهِم وَأَنفُسِهِم عَلَى ٱلقَٰعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلّا وَعَدَ ٱللهُ ٱلحُسنَىٰ وَفَضَّلَ ٱللهُ ٱلمُجَٰهِدِينَ عَلَى ٱلقَٰعِدِينَ أَجرًا عَظِيمًا ٩٥
“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (QS. An-Nisaa`: 95)
Dari Abu Dzar radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata, ‘Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, amal manakah yang paling afdhal? Maka beliau ﷺ bersabda,
«الإِيْمَانُ بِاللهِ وَالْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِهِ»
“Beriman kepada Allah, dan berjihad di jalan-Nya.”([1])
Nabi ﷺ bersabda,
«كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا المُرَابِطِ فِي سَبِيلِ اللهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ، وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ القَبْرِ»
“Setiap mayit akan ditutup atas amalnya, kecuali orang yang melakukan ribath di jalan Allah, maka sesungguhnya amalnya akan ditumbuhkan hingga hari kiamat; dan dia akan aman dari fitnah kubur.”([2])
(Sumber: Mi-atu washilatin liyuhibbakallaahu warasuuluhuu, Sayyid Mubarok (Abu Bilal), dialih bahasakan oleh: Abu Rofi’ Muhammad Syahri)
______________________
Footnote:






