Menjaga perasaan penjamu jika tidak mendapati apa yang dengannya dia bisa memuliakan tamu

Kadang, seorang muslim terkagetkan dengan kedatangan seorang tamu pada suatu waktu, sementara dia pada kondisi kesulitan, seperti dalam kesibukan, atau sakit, atau sempitnya rumahnya, atau apa yang dia milik.

 

Maka termasuk bagian dari adab saat itu adalah sang tamu melakukan sesuatu yang bisa mengangkat kesulitan yang sedang dihadapi oleh pemilik rumah darinya; dengan ucapan lembut yang bisa menghilangkan darinya segala kecemasan dan kegalauan, dan terangkat darinya kesulitan yang sedang dia rasakan.

 

Yang lebih utama adalah memperhatikan keadaan-keadaan semisal ini di dalam kehidupan seorang muslim sebelum terjadinya kesulitan tersebut. Maka janganlah seseorang memberatkan kerabatnya yang faqir, dan janganlah datang dengan tiba-tiba, mengagetkan orang yang tidak disangka ada padanya jamuan tamu pada waktu makan malam atau makan siang.

 

(Di alih bahasakan dari Kitab Muraa’aatu al-Masyaa’ir, Muhammad Shalih al-Munajjid)

_______________

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *