TUNTUNAN AMALAN DI BULAN SYABAN

Oleh: al-Ustadz Muslim al-Atsari

 

mostbet

HADITS ‘AISYAH

 

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: … فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ “

 

Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, dia berkata:

“…Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa selama sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak di bulan Sya’ban daripada di bulan-bulan lainnya”.

(HR. Al-Bukhori, no. 1969; Muslim, no. 175/1156)

 

HADITS USAMAH BIN ZAID

 

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: «ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ»

 

Dari Usamah bin Zaid, dia berkata: Aku berkata: “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa di bulan mana pun sebanyak puasamu di bulan Sya’ban.”

Beliau menjawab, “Itu adalah bulan yang sering diabaikan orang, antara Rajab dan Ramadan. Dan itu adalah bulan dimana amal perbuatan diangkat kepada Robbul ‘alamin, aku suka perbuatanku diangkat ketika aku berpuasa”.

(HR. Nasai, no. 2357; Ahmad, no. 21753. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shohih Sunan Nasai; dan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth di dalam Takhrij Musnad Ahmad)

 

FAWAID HADITS:

 

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits-hadits ini, antara lain:

 

1- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa di bulan Ramadhan selama sebulan penuh. Dan puasa ini hukumnya wajib.

 

2- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban walaupun tidak sebulan penuh.
Dan puasa ini hukumnya sunnah.

Adapun puasa dan sholat malam pertengahan bulan Sya’ban, maka haditsnya tidak bisa djadikan hujjah.

3- Di antara hikmah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban karena adalah bulan Sya’ban sering diabaikan orang.

4- Keutamaan beribadah di saat banyak orang lalai dari beribadah.

 

5- Di antara hikmah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban karena Sya’ban adalah bulan dimana amal perbuatan diangkat kepada Robbul ‘alamin.

 

6- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suka perbuatan beliau diangkat ketika beliau berpuasa. Seperti hari Senin, Kamis, dan bulan Sya’ban.

 

7- Di antara hikmah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan untuk menghadapi puasa Ramadhan.

 

8- Bertanya dengan baik kepada Ulama adalah salah satu sarana untuk mendapatkan ilmu.

 

9- Beribadah harus dengan tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

10- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah uswah hasanah (teladan yang baik) bagi umat dalam semua permasalahan agama.

 

PENUTUP HADITS:

 

Inilah sedikit penjelasan tentang hadits-hadits yang agung ini.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.

 

Silahkan dishare semoga menjadi sarana dakwah dan amal jariyah.

 

Ditulis oleh Muslim Atsari,
Sragen, Ashar, Sabtu
5-Sya’ban-1447 H / 24-Januari-2026 M

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *