REUNI DAN PERESMIAN GEDUNG ASHHABUL KAHFI FKIA

REUNI DAN PERESMIAN GEDUNG ASHHABUL KAHFI FKIA

Oleh: Ust. Abu Hamzah Agus Hasan Bashori

(Nazhir Wakaf/Pembina FKIA Pandaan & YBM Malang)

Ahad, 10 Rajab 1437 H/ 17 april 2016

Proses dan hasil perjuangan

Perjuangan 1994-2016:

Kepada yang muda-muda, berbahagialah dengan berita gembira dari Nabi ﷺ, sebagaimana hadits Abu Hurairah I, beliau ﷺ bersabda,

[arabic-font]سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ – وفيه : – وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ[/arabic-font]

“Tujuh golongan orang, yang Allah akan menaungi mereka di bawah naungan-Nya, yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, — dan di dalamnya — … dan para pemuda yang tumbuh di dalam peribadatan kepada Rabb-nya. (HR. al-Bukhari (629), Muslim (1031))

Berbahagialah yang tua-tua dengan berita gembira dari Nabi ﷺ sebagaimana hadits Anas I,

[arabic-font]« إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا ، اسْتَعْمَلَهُ . ، فَقِيلَ : كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ ، يَا رَسُولَ اللهِ ؟ ، قَالَ : يُوَفِّقَهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ المَوْتِ »[/arabic-font]

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, maka Allah akan memperkerjakannya. Maka dikatakan, ‘Bagaimana Allah akan memperkerjakannya, wahai Rasulullah?’ Maka beliau bersabda, ‘Allah akan memberinya taufik kepada amal shalih sebelum mati.” (HR. at-Turmudzi, al-Hakim, dan dia menshahihkannya)

Dan kewajiban kita sekarang adalah bersyukur kepada Allah atas segala nikmat ini, dan menceritakan akan segala nikmat ini adalah termasuk bentuk syukur kepada Allah D.

[arabic-font]وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ ١١[/arabic-font]

“Dan adapun terhadap nikmat Rabb-mu, maka ceritakanlah.” (QS. ad-Dhuha: 11)

Ingatlah selalu, akan kisah dan perjuangan dan keteguhan Nabi Musa S, Allah berfirman menceritakan tentang Nabi musa S,

[arabic-font]وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَنَجۡعَلَهُمۡ أَئِمَّةٗ وَنَجۡعَلَهُمُ ٱلۡوَٰرِثِينَ ٥ وَنُمَكِّنَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَنُرِيَ فِرۡعَوۡنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا مِنۡهُم مَّا كَانُواْ يَحۡذَرُونَ ٦[/arabic-font]

“Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang se- lalu mereka khawatirkan dari mereka itu” (QS. al-Qashash (28): 5-6)

Kemudian apa imbalan dari nikmat keteguhan tersebut, Allah D berfirman:

[arabic-font]وَقَالَ مُوسَىٰ يَٰقَوۡمِ إِن كُنتُمۡ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ فَعَلَيۡهِ تَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّسۡلِمِينَ ٨٤ فَقَالُواْ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡنَا رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَةٗ لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ٨٥ وَنَجِّنَا بِرَحۡمَتِكَ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٨٦[/arabic-font]

“Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, Maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri. Lalu mereka berkata: “Kepada Allahlah Kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan Kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim, dan selamatkanlah Kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” (QS. Yûnus (10): 84-86)

Sebuah pelajaran dari Ashhabul Kahfi/ The Seven Sleepers

Sekitar dua abad sebelum diutusnya Nabi ﷺ, ada tujuh orang pemuda yang melarikan diri dengan jiwa-jiwa mereka, mereka melarikan diri dengan membawa agama mereka dari kelaliman Raja Dikyanus. Dan yang dirajihkan adalah bahwa kejadian tersebut (252-561 M) telah terjadi ditengah pemerintahan Theodosius II (450-408 M), yaitu di masa Bizantium, setelah agama Masihiah menyebar di kawasan tersebut, dan menjadi agara resmi bagi Negara Rumania.

Allah E berfirman tentang mereka,

[arabic-font]إِذۡ أَوَى ٱلۡفِتۡيَةُ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةٗ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدٗا ١٠ فَضَرَبۡنَا عَلَىٰٓ ءَاذَانِهِمۡ فِي ٱلۡكَهۡفِ سِنِينَ عَدَدٗا ١١ ثُمَّ بَعَثۡنَٰهُمۡ لِنَعۡلَمَ أَيُّ ٱلۡحِزۡبَيۡنِ أَحۡصَىٰ لِمَا لَبِثُوٓاْ أَمَدٗا ١٢ نَّحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ نَبَأَهُم بِٱلۡحَقِّۚ إِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ ءَامَنُواْ بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنَٰهُمۡ هُدٗى ١٣[/arabic-font]

“(Ingatlah) tatkala Para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada Kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi Kami petunjuk yang Lurus dalam urusan Kami (ini). Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu, kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu). Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS. al-Kahfi: 10-13)

Dimana mereka berjuang, menyelamatkan diri dan agama mereka dari kezhaliman dan kekufuran

Pelajaran juga dari Hijrah Nabi Muhammad ﷺ.

Allah E berfirman:

[arabic-font]إِنَّ ٱلَّذِي فَرَضَ عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٖۚ قُل رَّبِّيٓ أَعۡلَمُ مَن جَآءَ بِٱلۡهُدَىٰ وَمَنۡ هُوَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٨٥ وَمَا كُنتَ تَرۡجُوٓاْ أَن يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبُ إِلَّا رَحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرٗا لِّلۡكَٰفِرِينَ ٨٦ وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بَعۡدَ إِذۡ أُنزِلَتۡ إِلَيۡكَۖ وَٱدۡعُ إِلَىٰ رَبِّكَۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٨٧ وَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۘ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ كُلُّ شَيۡءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجۡهَهُۥۚ لَهُ ٱلۡحُكۡمُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٨٨[/arabic-font]

“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata. Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir. Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan. Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. al-Qashash (28): 85-88)

Setelah beliau menanggung segala macam bentuk gangguan dan kejamnya intimidasi, dan setelah mereka berkonspirasi untuk membunuh beliau, lalu mereka mensepakati perkara mereka untuk melaksanakan konspirasi mereka di suatu malam yang telah mereka tentukan. Maka datanglah perintah dari Rabb beliau yang memerintah beliau untuk keluar dari negeri beliau untuk berhijrah menuju Yatsrib (Madinah).

Maka tatkala beliau sampai di Juhfah[1], beliau beliau teringat dan rindu dengan tanah kelahiran beliau, negeri beliau yang tidak mungkin ada negeri lain yang lebih diutamakan atasnya, yang sama sekali tidak mungkin bersabar darinya selamanya. Itu baladul amiin, Makkah al-Mukarramah, yang di dalamnya terdapat Baitul Haram, dan maqam bapaknya, Ibraahiim S.

Beliau teringat dengan tempat lahir beliau, dan tempat lahir ayahanda beliau. Maka turunlah Jibril S seraya berkata, ‘Apakah engkau merindukan negeri dan tempat kelahiranmu? Maka Nabi ﷺ menjawab seraya bersabda, ‘Ya, aku merindukan negeriku.’ Maka Jibril S berkata, ‘Sesungguhnya Allah E berfirman, ‘Sesungguhnya Dzat yang telah mewajibkan atasmu untuk membaca al-Qur`an, menyampaikannya, dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya, akan benar-benar mengembalikanmu ke tempat yang dijanjikan, yaitu sebuah tempat yang agung kedudukannya, yang Engkau telah dijanjikan dan disenangkan dengannya.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas L, dia berkata, laraadduka ilaa ma’aad yaitu (dikembalikan ke) Makkah.

Maka sungguh, Allah E telah mengembalikan Nabi-Nya G ke negeri beliau dalam keadaan ditolong dab dimenangkan. Lalu beliau memasuki Makkah, beliau dan para sahabat beliau pada hari penaklukan kota Makkah dalam keadaan aman. Dan kalimat Islam adalah yang tertinggi, dan kalimat berhala serta para pengikutnyalah yang terendah.

Allah E berfirman,

[arabic-font]وَقُلۡ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَزَهَقَ ٱلۡبَٰطِلُۚ إِنَّ ٱلۡبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقٗا ٨١[/arabic-font]

“Dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS. al-Isra`: 81)

Allah E telah mengancam setiap penentang Nabi kita Muhammad G,

[arabic-font]وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَا ٱلۡقُرُونَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَمَّا ظَلَمُواْ وَجَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَمَا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُواْۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ١٣ ثُمَّ جَعَلۡنَٰكُمۡ خَلَٰٓئِفَ فِي ٱلۡأَرۡضِ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ لِنَنظُرَ كَيۡفَ تَعۡمَلُونَ ١٤[/arabic-font]

“Dan Sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, Padahal Rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.” (QS. Yûnus (10): 13-14)

HIDUP ADALAH PERJUANGAN

Orang yang hidup pasti berjuang; berusaha keras tanpa kenal putus asa untuk mewujudkan cita-citanya yang mulia, cita-cita keluarganya, agamanya, peradaban dan kemakmuran negaranya.

Dalam perjuangan ini diperlukan pengorbanan-pengorbanan untuk mendapatkan yang tertinggi.

Motto orang muslim yang hidup adalah Isy kariman aw mut Syahidan (Hiduplah dalam keadaan mulia, dan matilah dalam keadaan syahid).

Orang yang tidak mau berjuang maka sejatinya dia adalah mayit yang berjalan.

Orang yang tidak bersungguh-sungguh berjuang maka dia adalah orang lemah dan sakit perlu diobati dan disehatkan.

 

[arabic-font]فَصَبْرًا عَلَى مُرِّ الْجَفَا مِنْ مُعَلِّمٍ … فَإِنَّ رُسُوبَ الْعِلْمِ فِي نَفَرَاتِهِ[/arabic-font] [arabic-font]وَمَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيمُ وَقْتَ شَبَابِهِ … فَكَبِّرْ عَلَيْهِ أَرْبَعًا لِوَفَاتِهِ[/arabic-font] [arabic-font]وَذَاتُ الْفَتَى وَاللهِ بِالْعِلْمِ وَالتُّقَى … إِذَا لَمْ يَكُونَا لا اعْتِبَارَ لِذَاتِهِ[/arabic-font]

 

Maka bersabarlah akan pahit kejamnya seorang guru…

Dikarenakan kegagalan ilmu ada pada meninggalkan guru…

Dan barangsiapa kehilangan taklim di masa mudahnya…

Maka bertakbirlah atasnya empat kali takbiran karena kematiannya…

Dan kepribadian seorang pemuda, demi Allah adalah dengan ilmu dan ketaqwaan…

Jika keduanya tidak ada, maka tidak ada nilai bagi pribadinya…

Perjuangan adalah awal dari sebuah harapan

Perjuangan adalah awal dari sebuah harapan, impian dan cita-cita untuk mewujudkan sebuah hasil yang terbaik.

Perjuangan membutuhkan 2 kriteria yaitu : kebenaran dan kekuatan.

Peribahasa: “kebenaran tanpa kekuatan hanya akan menghasilkan air mata, namun kekuatan tanpa kebenaran hanya akan menimbulkan pertumpahan darah”.

Seperti di banyak negara, banyak sekali kebenaran yang tak mempunyai kekuatan. Kayak rakyat kecil yang meminta sang penguasa untuk berlaku adil, namun yang di harapkan malah sebaliknya, yaitu air mata yang mengalir tanpa hasil apa-apa.

Sementara yang mempunyai kekuasaan dan ambisi, mereka buta akan semua harta yang mereka peroleh, tanpa menyadari bahwa mereka menanggung amanat yang begitu besar. Hasilnya darah rakyat kecil di negerinya atau di negara orang lain menjadi korban keserakahan dan kekejamannya.

Hasilnya, darah tercecer dimana-mana tanpa arti.

Nenek moyang kita memperjuangkan tanah air kita,untuk merdeka dari penjajah seperti sekarang ini butuh perjuangan yang keras, dan untuk mengisinya, mempertahankannya dan memajukannya butuh perjuangan.

Nabi Muhammad i membawa kita dari jaman jahilliyah hingga jaman Islamiyah seperti ini,semua melalui perjuangan yang tak henti-hentinya, tapi apa yang kita perbuat sekarang, banyak dari kita membuang sia-sia hasil perjuangan,tumpah darah para pendahulu kita.

Kita pun di Attabi’in ini memiliki suatu perjuangan, yaitu ingin memahami dan mengamalkan ajaran Islam warisan Rasulullah i. dan ingin mengajarkan ajaran Rasulullah i ini kepada masyarakat dan generasi penerus melalui lembaga pendidikan dan dakwah yang bernama FKIA.

Dakwah di desa tercinta ini kita rintis sejak tahun 1994 M , dengan cara keliling dari rumah ke rumah.

Dakwah didukung oleh: Nenek Tuhayyah rahimahallah, Ibunda Nur Fathonah rahimahallah, Ayahanda Qomari rahimahullah, Paklek Dul (Abdu Zhahir) rahimahullah, Beklik Zaenab, keluarga Mas Sholihan, keluarga Mbak Barokah, keluarga Bapak Syuhadak, Cak Manan, Paklek Hasan, Pak Kasri, Akhi Kaseri, Cak Thoha, Pak Ahmad Ridwan, P. Syai`an, Pak Musyaffak, Pak Danun, Pak Sunawi, Pak Majid, Pak Syuaib, Pak Jalal, Pak Sya’roni, Pak Nahrowi, Pak Nasuki, Pak Tugini, yu Siti, Pak Patah rahimahullah, Pak Tajab rahimahullah, Wak Katima rahimahallah, bu Zainab rahimahallah, yu Sapik rahimahallah, yu Mus rahimahallah, dan wak Ti.

Tahapan dakwah dari masa ke masa:

– Membagun Musholah At-Tabi’in 1996

– Mendirikan FKIA tahun 1997

– Mendirikan rumah didukung jamaah semua tahun 1997

– Kemudian kajian berkembang dari musholla ke mushallah dan juga dari musholla ke Masjid dan dari masjid ke musholla.

– Kemudian kita fokus pada mushollah al-Tabi’in untuk melayani orang yang datang mencari ilmu.

– Kita pun menerima santri dari luar untuk di didik di mushollah yang mungil namun bersejarah ini.

Nama-nama sebagian santri:

Sebagian santri yang muda-muda saat saya di korjo atau saat keliling reuni pasca 2000,:

– Arif (ke Lirboyo) sekarang di Malag, adiknya Aziz jadi pegawai YBM

– Ust. Muhammad Syahri

– Ust. M. Mujib Anshar

– M. Ali Khudlori

– Arifuddin ibn Kaseri S.Com (Web YBM dan takmir al UMM)

– Masud Effendi, S.Tp, M.P dosen UB

– Yusron Hanafi

– Ustd. Ridwan Sanusi

– Akhi Munir

– Mujib

– Darmo Mulyo

– Lukmanul Hamim

– Handoko

– Nur Irwan

– Huda

– Zuraida

– Aini Asniati

– Rani (istri Hamim)

– Rizqiy Amalia (istri Ust. Syahri)

– Rinawati (Istri Handoko)

– Imaroh (Istri Misdran)

– Anita (istri Munir)

– Lailatul Mukarromah (istri Rofiq murid Malang)

– Wardah Firdausi (Istri Mukhtar)

– Halima Sa’diyah

– Muthammimah (Istri Ust. Thoriq)

Lalu pada tahun 2000 kita membangun gedung cikal bakal pesantren al-Tabi’in ini sampai lantai saja. Setelah itu saya berhijrah ke Karangsono Sukorejo, lalu melanjutkan S2 di Malang dan berhijrah di Malang.

Tahun 2001 kita mendirikan Yayasan Anshor Muhajirin sampai 2003. Kita banyak membangun masjid dan menyalurkan bantuan anak yatim.

Tahun 2004 Saya mendirikan LBM (mengajak ust. M. Syahri, Soni, dan Ust. Aziz Setiawan/Abdul Aziz, dan adik M. Ali Khudlori).

Kemudian merintis majalah Q bersama mitra dari Makah tahun 2005 sampai 2011.

Tahun 2012 kita (Saya, Ustadz M. Syuaib al-Faiz, Ustadz Mujib Anshor, M. Ali K, Ustadz Syahri, dan Ustadz Abdul Aziz) mendirikan YBM, dan Bapak M. Shalihan bertindak sebagai pimpinan Proyek sejak 2011 sampai sekarang.

Al-Hamdulillah YBM di Kota Malang sekarang ini April 2016 memiliki:

– Lahan seluas + 10.000 m2 di Kota malang

– Masjid Jamik al-Umm

– Radio al-Umm 102,5 FM

– Majalah al-Umm

– Penerbit buku YBM

– SDI al-Umm

– MAA (sudah meluluskan ustadz, hasilnya akan megajar di FKIA tahun ini

– Pesantren al-Umm (SMP pa/pi)

– Mini Market al-Umm

– Air minum kemasan al-Umm

– Biro Haji dan Umroh Binamas tour and travel (sudah memberangkatkan 5 kali) termasuk jamaah al-Tabi’in

– Lajnah Muslimah al-Umm

– Al-Umm Streaming

– Insyaallah segera Pesantren al-Umm jenjang SMA pa/pi. Mohon doa

FKIA yang tanah wakafnya dari nenek Tuhayya dan sedikit saya, dan saya menjadi nazhirnya, akhirnya tahun 2000 kepengurusan hariannya saya serahkan kepada Bapak Sholihan sebagai ketua FKIA periode II.

Periode III dipegang olehg Bapak Syuhada dari tahun 2001 hingga 2016.

Periode IV dari 2016 sampai 2020 insyaallah masih dipegang oleh Bapak Syuhadak.

Alhamdulillah kini FKIA memiliki:

– Mushollah ber-AC at-Tabi’in

– Radio Relay al-Umm 102,8 FM

– Gedung Ashhaabul Kahfi

– Insyaallah Program Al-Quran

– Insyaallah 2 ustadz pengabdian lulusan MAA

– Insyaallah akan tambahan wakaf dari Bapak Syuhada

– Dll

Alhamdulillah kita mendapatkan al-Umm dan tidak kehilangan al-Tabi’in. Kita bisa menghidupkan amanah setelah fakum sejak 2000 dan selesai bangunanya 2016. Kita, untuk bisa membuat gedung Ashhabul Kahfi memerlukan waktu 22 tahun (sejak 1994). Semua hasil di periode ini memuaskan, dan semakin memantapkan iman.

Maha benar Allah E:

[arabic-font]وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٦٩[/arabic-font]

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. ‘Ankabuut: 69)

Maksudnya adalah bahwa siapa berjuang dengan sungguh dengan ketaatan, maka Allah akan memberikan dia petunjuk kepada jalan-jalan sorga, dan bahwa Allah benar-benar bersama dengan orang-orang yang berbuat baik, sebagai isyarat firman Allah E:

[arabic-font]۞لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٞۖ[/arabic-font]

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” (QS. Yûnus (10): 26)

Allah E berfirman:

[arabic-font]قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱللَّهِ وَٱصۡبِرُوٓاْۖ إِنَّ ٱلۡأَرۡضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِينَ ١٢٨[/arabic-font]

“Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-A’raaf (7): 128)

Allah E berfirman:

[arabic-font]إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِيٓ أَنفُسِهِمۡ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمۡۖ قَالُواْ كُنَّا مُسۡتَضۡعَفِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ قَالُوٓاْ أَلَمۡ تَكُنۡ أَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٗ فَتُهَاجِرُواْ فِيهَاۚ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا ٩٧[/arabic-font]

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan Malaikat dalam Keadaan Menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) Malaikat bertanya : “Dalam Keadaan bagaimana kamu ini?”. mereka menjawab: “Adalah Kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para Malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. an-Nisa` (4): 97)

PROGRAM FKIA

– KeJar DaQu (Kelompok Belajar Dan Rumah Qur`an)

– Pesantren Karyawan

– Kajian Rutin Per Pekan

– Kajian Reuni Bulanan

– Dll

Peresmian Gedung

– Nama: Ashhabul Kahfi

– Fungsi: Kelas Bagi Santri Attabi’in

– Fasilitas: 3 kelas, 2 kantor, 1 dapur, 1 kamar ustadz, 1 kamar mandi

——————————————————————————–

[1] Sebuah tempat antara Makkah dan Madinah, sebuah desa yang jarak antara desa itu dengan laut merah adalah 10 KM, dan sekarang sudah runtuh. Dan manusia berihram dari Raabigh yang jauhnya dari Makkah sekitar 186 KM.

https://youtu.be/Uek29bJJwpQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *