Minta Maaf Tapi Tidak Dimaafkan

✏️Pertanyaan:
[arabic-font] السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ[/arabic-font] Ustad mau nanya! Bagaimana hukumnya bila seseorang minta maaf yg bukan kesalahannya tp dgn mengingat diri pasti ada kesalahannya tp malah mendapat hujatan dan hinaan dgn tdk mendapat maaf sampe mati bilangnya! Bagaimana itu ustad…apa kita tetap mempunyai kesalahan dgn orang tersebut krn tdk mendapatkan maaf?
Jazakallaahu khoiron……..

✏️Jawab:
[arabic-font] وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته[/arabic-font] [arabic-font] بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله[/arabic-font]

Orang yang bersalah kepada saudaranya (baik itu dengan sengaja atau tidak) perlu untuk melaksankan hal-hal berikut:

1⃣ Ikhlas kepada Allah ta’ala dalam permintaan maafnya kepada orang yang menjadi objek kesalahannya.
2⃣ Jujur dalam meminta maaf
3⃣ Memilih waktu yang tepat untuk meminta maaf kepada saudaranya
4⃣ Memilih kata-kata yang tepat untuk meminta maaf.
5⃣ Lebih baik lagi jika ia memberikan hadiah saat meminta maaf. Jika ia tidak mampu memberikan itu maka hendaklah dia banyak memuji saudaranya itu dan mendoakannya (ketika saudaranya itu ada ataupun tidak)

Jika seseorang melakukan kesalahan kepada orang lain dengan tidak sengaja kemudian ia meminta maaf maka permintaan maaf itu sama dengan bentuk klarifikasi dari perbuatannya. Jika kemudian ia tidak dimaafkan maka itu bukanlah masalah baginya dan ia pun tidak dicela.

Dan memberikan maaf termasuk perbuatan yang terpuji, dan bagian dari prinsip mulia Islam dalam etika berhubungan sosial dengan sesama makhluk terutama dengan seorang muslim.

Diantara keutamaan meaafkan adalah:

1⃣ Memaafkan = Mendapat Ampunan Allah Ta’ala

Memaafkan seseorang yang pernah berbuat kezhaliman kepada kita, apapun bentuk kezhalimannya, adalah merupakan syariat Islam dan sesuatu yang diperintahkan di dalam Alquran yang mulia serta dicontohkan di dalam hadits Nabi Muhammad yang agung.

Memang berat, tapi ganjaran pahalanya juga sangat besar, yaitu diampuni Allah Ta’ala dosa-dosanya.

Mari kita perhatikan ayat dan hadits mulia berikut:
[arabic-font] وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ .. النور: 22[/arabic-font] “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin, dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nur: 22).

Namun Memaafkan Harus Dibarengi dengan Perasaan Lapang Dada
Kesempurnaan sikap memaafkan adalah jika dibarengi dengan perasaan lapang dada, yang menganggap seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

Sebagian mungkin bisa memaafkan tetapi tidak bisa lapang dada, contohnya:
Si A telah memaafkan B, orang yang pernah berbuat salah kepadanya tetapi:
– si A tidak ingin lagi bertemu dengan si B,
– si A malas untuk berkumpul bersama dengan si B lagi,
– si A masih selalu mengungkit kesalahan si B,
– si A tidak mau lagi berurusan dengan si B,
– si A tidak lagi mau menolong si B, jika si B membutuhkan pertolongan,
dan contoh-contoh yang lain masih banyak. Mungkin bisa cari sendiri.

Padahal, kalau kita perhatikan ayat-ayat suci Alquran, maka seorang muslim diperintah untuk memaafkan dengan dibarengi lapang dada, mari kita perhatikan:
[arabic-font] وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا [النور: 22][/arabic-font] “…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada…” (QS. An Nur: 22).

Di dalam ayat yang mulia ini terdapat pelajaran yaitu: Perintah untuk memaafkan dan lapang dada, walau apapun yang didapatkan dari orang-orang yang pernah menyakiti.

(Lihat Tafsir al Karim Ar Rahman fi Tafsir Al Kalam Al Mannan, karya As Sa’di rahimahullah).
[arabic-font] فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ [المائدة: 13][/arabic-font] “…maka maafkanlah mereka dan lapangkanlah dada, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Maidah: 13).

Ayat yang mulia ini memberi beberapa pelajaran:
▶️ Sikap memaafkan yang dibarengi dengan perasaan lapang dada adalah sifatnya seorang muhsin.
▶️ Seorang muhsin keutamaannya adalah dicintai Allah Ta’ala. Dan keutamaan orang yang dicintai Allah Ta’ala adalah:

2⃣ Memaafkan = Masuk surga.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dia berkata,
[arabic-font] جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ « وَمَا أَعْدَدْتَ لِلسَّاعَةِ ». قَالَ حُبَّ اللَّهِ وَرَسُولِهِ قَالَ « فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ »[/arabic-font] “Seorang lelaki pernah datang kepada Rasulullah dan bertanya, “Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?” Beliau menjawab, “Apa yang telah kamu siapkan untuk hari kiamat?” Lelaki itu menjawab, “Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah ﷺ bersabda, “Maka sungguh kamu akan bersama yang kamu cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3⃣ Memaafkan = Diharamkan oleh Allah Ta’ala untuk masuk neraka.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dia berkata, Nabi Muhammad bersabda,
[arabic-font] « والله, لاَ يُلْقِى اللَّهُ حَبِيبَهُ فِى النَّارِ »[/arabic-font] “Demi Allah, tidak akan Allah melemparkan orang yang dicintai-Nya ke dalam neraka.”

(HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2047).

4⃣ Memaafkan = Dicintai oleh seluruh malaikat ‘alaihimussalam dan diterima oleh penduduk bumi:

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah bersabda,
[arabic-font] « إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ، ثُمَّ يُنَادِى جِبْرِيلُ فِى السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِى أَهْلِ الأَرْضِ »[/arabic-font] “Jika Allah Tabaraka wa Ta’ala mencintai seorang hamba, maka Allah Ta’ala memanggil Jibril: “Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan maka cintailah fulan”, maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru di langit: “Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan maka cintailah kalian fulan”, maka penduduk langit pun mencintainya dan baginya pun penerimaan/rasa simpatik penduduk bumi”. (HR. Bukhari).

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita semua termasuk golongan orang-orang yang pemaaf, yang mudah memaafkan.

Wallaahu a’lam.

Group Tanya Jawab Khusus Muslimah
Majelis Taklim Salsabila Alumni SMANDA/SMUNDA
Untuk bergabung ketik “GABUNG_Nama_Angkatan” KIRIM ke no. +6285749060476
Join via Telegram https://telegram.me/akhowatsmanda untuk melihat kumpulan tanya jawab…
Ikuti siaran radio al-Umm 102,5 FM Malang, Relay Pandaan dan sekitarnya di 102,8 FM

21 Comments on “Minta Maaf Tapi Tidak Dimaafkan”

  1. Assalamu’alaikum
    Pak ustad saya pernah berkata spontan kepada orang lain dan dia merasa sakit hati, dan saya secara sadar meminta maaf kepadanya
    Tapi dia tidak mau memaafkan saya dan dia berkata krna sakit hati dengan ucapan saya. Apa yang harus saya lakukan agar mendapatkan maaf dari nya?

    1. Wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Jika permintaan maaf sudah disampaikan, yang itu adalah merupakan bagian dari klarifikasi dan pengakuan kesalahan, dan ternyata yang bersangkutan tidak memberikan maaf, maka yang bersangkutan perlu memperhatikan perkataan Ibnu Hibban dalam masalah ini di salah satu kitabnya : “Orang berakal wajib untuk menerima udzur saudaranya dalam kejahatan dan kelalaian yang telah diperbuat, dan kemudian ia menjadikan orang yang bersalah itu bersih dari kesalahannya karena jika seseorang (yang bersalah) ingin memiliki hubungan lagi dengannya tapi tidak diterima olehnya maka aku takut ia tidak bisa mendatangi telaga Nabi shallallahu alaihi wa sallam.” Raudhatul Uqola’ wa Nuzhatul Fudhola’ 183
      Wallaahu a’lam.

    2. Assalamu’ailukum
      Pak ustad saya saya pernah berkata secara spontan dan itu menyakitkan hati teman saya tapi saya sudah meminta maaf saat itu juga,bahkan sama saudaranya pun saya sudah minta maaf,tapi saya tidak dapat maaf dengan alasan dia sudah sakit hati katanya pak ustad,di sosmed dia komen jelek tentang saya pak ustad saya bingung saya harus bagaimana pak ustad,ada yang mengganjal di hati dan fikiran saya pak ustad

  2. Ass.wr.wb
    ustadz sya mw bertnya.sya prnh berbuat slh dg teman sya.trakhir brtemmu sy sdh meminta maaf,tpi spti na dia blm mmaafkn sya.skrg sya ingin mnt maaf lagi tetapi tdk tahu dmn dia skrg.mhon solusi na ya.terimakasih

    1. Wa’alaikumussalam warahmatullah, perbanyak beristighfar untukny. Allah Maha Tahu siapa hamba-Nya yang bertaqwa. wallaahu a’lam

  3. Assalamualaikum wr wb
    Ustadz,saya mau tanya bagaimana jika kita menyakiti hari orang yang tidak kita kenal. Apakah kita juga harus minta maaf? Lalu bagaimana jika dia tidak mau memaafkan saya?

    1. Wa’alaikumussalam warahmatullah, jika kita memang merasa menyakitinya dan kita mengetahui dia, maka segeralah minta maaf. adapun jika dia tidak mau memaafkan, maka sama dengan jawaban-jawaban sebelumnya. selayaknya seorang mukmin memaafkan saudara mukminnya. dan perbanyaklah beristighfar untuknya. wallahu a’lam.

  4. Assalamualaikum warahmatullah,
    Pa ustad saya pernah berkelahi dengan ayah saya karna ayah saya menyiram saya dengan air saat saya tidur untuk menyuruh masak, saya tidak terima di siram, spontan saya lempar beliau dengan botol parfum hingga mengenai kepalanya, beliau sakit hati kepada saya, saya sudah meminta maaf kepada beliau berkali kali, tetapi beliu tidak mau memaafkannya, berdosa kah saya? Apa yg harus saya lakukan sehingga saya tidak di hantui rasa bersalah terus menerus, mohon jawabannya pa ustad

  5. Asalamuaikum pak ustad. Saya mempunyai kesalan kpd seseorang. Berulang kali beliau memaafkan saya ttpi saya mngulangi kslhn kmbli..dan utk yg skrg ini beliau hnya diam . Antara sudah memaafkan atau belumnya. Yg ingin sya tnyakan…utk saya pribadi apa yg hrs saya lkukn skrg pak ustad.jikalau org tsb tdk memaafkan sya. ? Dan balasan ap yg sya peroleh nanti di akhirat krna sya sdh mnykiti seseorg tsb.. terimakasih pk ustad ..asalammualaikum .

    1. Wa’alaikumussalaam warahmatullah, sebagaimana pada jawaban yang telah kami jelaskan pada pertanyaan di makalah ini, maka hendaknya anda bersunggung-sungguh di dalam bertaubat kepada Allah subhaanahu wata’aala, dengan bertekad bulat untuk tidak akan mengulangi kesalahan kembali. kemudian kembalilah meminta maaf dengan sungguh-sungguh serta berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan kembali. Jika anda jujur dengan tekad dan permintaan maaf anda, maka sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiaakan mereka yang bertaqwa kepada-Nya.
      Wallaahu a’lam.

  6. Assalamualaikum pa ustad, saya mau bertanya dulu saya pernah beberapa kali membuat kesalah pada sahabat saya tanpa sadar, suatu saat saya membuat kesalahan lagi lalu saya meminta maaf padanya tetapi dia tidak menjawab dan sekarang kita jadi saling berjauhan hingga sekarang, apa yang harus saya perbuat?

    1. Wa’alaikumussalam warahmatullah, jika masih memungkinkan untuk menghubungi dia silahkan hubungan jalin kebaikan dengannya, mintalah maaf kepadanya secara umum. Sebutkanlah kebaikan-kebaikannya, dan jika memungkinkan, berinfaqlah atas nama dia. wallaahu a’lam.

  7. Assalamualaikum
    Pak ustad saya mau bertanya….saya tidak sengaja mengucapkan kata kata kasar kepada nenek saya sehingga ia menangis saya sudah berusaha minta maaf tetapi tidak dimaafkan bagaimana solisinya

    1. Wa’alaikumussalam warahmatullah. teruslah meminta maaf kepada beliau, buatlah beliau tertawa dan bahagia sebagaimana sebelumnya anda telah membuat beliau menangis. dan selalulah mendo’akan beliau. wallaahu a’lam.

  8. assalamualaikum ust,saudari saya telah memaafkan saya,nmun memberi maaf pakai tapi,ia tidak ingin bertemu saya lagi,kalau ada si forun si selalu pergi setelah dia melihat wajahnya saya,kata murabbi saya dia trauma.apa yang harus saya lakukan? dari meminta maaf,memberi hadiah,dan mencoba menghubungi dia kembali,serta pernah juga brusaha bicara kembali,namun tak di gubris,malah semakin ia membenci saya.saya masih mendoakannya sampai hari ini agar kami bisa berhubungan baik kembali.

    1. Wa’alaikumussalam warahmatullah. tetaplah bersabar dan beristiqamahlah dengan yang telah anda lakukan. wallaahu a’lam.

  9. Assalamualaikum
    Pak ustad sya pernah menyinggung tetangga saya di sosmed karena saya tidak menerima perkataannya yg menyakitkan hati saya…tapi saya sadar sya salah, tdk seharusnya sya berbuat begitu, dan sya juga sudah minta maaf kepadanya, secara baik”…
    Tp saya masih merasa bersalah atas perbuatan saya kepadanya padahal saya sudah meminta maaf kepadanya, apa yg harus saya lakukan pak ustad untuk menenangkan hati saya?

    1. Wa’alaikumussalam warahmatullah, perbanyak berbuat baik kepadanya, dengan sering memberikan hadiah kepadanya, karena kebaikan-kebaikan yang kita lakukan akan menghapus kesalahan-kesalahan kita. sebagaimana yang disebutkan di dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam,
      وأتبع السيئة الحسنة تمحها
      “Dan ikutilah keburukan itu dengan kebaikan, maka kebaikan itu akan menghapus keburukan tersebut.”
      Dan perbanyaklah permohonan istighfar untuk anda dan untuknya. wallaahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *