Tidak akan menjaga shalat malam kecuali seorang mukmin. Dan sungguh Allah telah mensifati mereka dengan firman-Nya,
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُم عَنِ ٱلمَضَاجِعِ يَدعُونَ رَبَّهُم خَوفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقنَٰهُم يُنفِقُونَ ١٦
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.” (QS. as-Sajdah (32): 16)
Dan dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallaahu ‘anhuma, dia berkata, ‘Rasulullah ﷺ bersabda,
«يَا عَبْدَ اللهِ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ، فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ»
“Wahai ‘Abdullah, janganlah kamu seperti si Fulan, dulu dia shalat malam, lalu dia tinggalkan shalat malam.”([1])
Pernah disebutkan kepada Nabi ﷺ bahwa ada seorang laki-laki dia tidur di malam hari hingga Subuh, maka beliau bersabda,
«ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنَيْهِ»
“Itu adalah seorang laki-laki yang syetan telah buang air di kedua telinganya.”([2])
(Sumber: Mi-atu washilatin liyuhibbakallaahu warasuuluhuu, Sayyid Mubarok (Abu Bilal), dialih bahasakan oleh: Abu Rofi’ Muhammad Syahri)
______________________
Footnote:






