Istighfar Untuk Orang Tua

 

✏️Assalaamu’alaykum….

✏️Afwan ustadz, saya pernah dengar bahwa orang tua yang sudah meninggal bisa terangkat derajatnya karena istighfar anaknya.

✏️Pertanyaannya:
Apakah istighfar ini harus kita tujukan dan di sebutkan nama orang tua yang sudah meninggal,seperti halnya kalau kita bersodaqoh uang atau barang lain dengan menyebutkan nama orang yang sudah meninggal? Syukron. Jazaakallaah khayran.

📝Jawab: Wa’alaikumussalaam warahmatullah

📌Barangkali yang dimaksud dengan penanya adalah

📚hadits Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu dia berkata, ‘Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ – عز وجل – لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ؟ , فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

📚“Sesungguhnya Allah azza wa jalla benar-benar akan mengangkat derajat seorang hamba shalih di sorga. Lantas hamba itu berkata, ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana aku mendapatkan derajat ini?’ Maka Allah subhaanahu wata’aalaa berfirman, ‘Dengan sebab istighfar (permohonan ampun) anakmu untukmu.’

📘(HR. Ahmad (10618), Ibnu majah (3660), Shahiih al-Jaami’ (1617), as-Shahiihah (1598))

📌Dan ini adalah salah satu keutamaan istighfar seorang anak bagi orang tuanya. Dan ini adalah bagian dari bentuk baktinya seorang anak kepada orang tuanya.

📚Dari Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, ‘Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salamah. Orang ini bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara bagiku untuk berbakti kepada orang tuaku setelah mereka meninggal?’ Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

نَعَمْ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِيفَاءٌ بِعُهُودِهِمَا مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا

📚“Ya, menshalat (dan mendo’a)kan mereka, memohonkan ampunan untuk mereka, memenuhi janji mereka setelah mereka meninggal, memuliakan rekan mereka, dan menyambung rahim yang tidak tersambung kecuali dengan keduanya.”

📘(HR. Ahmad (16059), Abu Daud (5142), Ibn Majah (3664), dishahihkan oleh al-Hakim (7260) dan disetujui adz-Dzahabi)

📌Lalu apakah harus menyebutkan nama kedua orang tua tatkala beristighfar untuk keduanya, jawabannya adalah tidak harus.

📚Disebutkan di dalam al-Qur`an,

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

📚“Dan katakanlah, Ya Allah, berilah rahmat kepada mereka (kedua orang tua), sebagaimana mereka merawatku ketika kecil.” (QS. Al-Isra: 24)

📌Cukup misalkan kita membaca permohonan ampun seperti dalam hadits,

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا

📚“Ya Tuhanku ampunilah aku dan kedua orangtuaku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku di waktu kecil“.

📘(al-‘Iraqiy berkata, ‘Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah dengan sanad hasan dari hadits Abu Usaid as-Sa’idiy)

📌Wallaahu a’lam.

🎤 dijawab oleh: Ust. Muhammad Syahri

🌺 Muslimah Bertanya, Ustadz menjawab 🌺
📘 Lajnah Muslimah Yayasan Qiyam at-Tabi’in 📘
📲 Layangkan pertanyaan di group WA Muslimah at-Tabi’in atau WaPri ke: +62 82233260571📕
📲 Tanya jawab ini, diasuh oleh Ust. ‘Abdul ‘Aziz, SKM dan Ust. Muhammad Syahri hafizhahumallaahu.
📲 Gabung channel Telegram L-MU QITA untuk membaca seluruh jawaban yang telah dijawab: https://t.me/tanya_eLmuQita atau http://bit.ly/2P0QKdW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *