Bagaimana berpuasa ‘Asyura?

Pertanyaan: Bagaimana berpuasa ‘Asyura?

Jawab:

✏️Berpuasa pada tanggal 9 dan 10

📚Berdasarkan hadits:

[arabic-font]عَبْدَ اللهِ بْنَ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما، يَقُولُ: حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ» قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ[/arabic-font]

📚Dari Ibnu Abbas, tatkala Rasulullah berpuasa Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa, para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara”, Maka beliau bersabda, “Tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari ke-9”. Ibnu Abbas berkata, “maka tidaklah tahun berikutnya datang, hingga Rasulullah meninggal.” (HR. Muslim no. 1134)

📌Imam Nawawi berkata,
[arabic-font] قَالَ الشَّافِعِيُّ وَأَصْحَابُهُ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ وَآخَرُونَ يُسْتَحَبُّ صَوْمُ التَّاسِعِ وَالْعَاشِرِ جَمِيعًا لِأَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَامَ الْعَاشِرَ وَنَوَى صِيَامَ التَّاسِعِ … قَالَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ وَلَعَلَّ السَّبَبَ فِي صَوْمِ التَّاسِعِ مَعَ الْعَاشِرِ أَنْ لَا يَتَشَبَّهَ بِالْيَهُودِ فِي إِفْرَادِ الْعَاشِرِ وَفِي الْحَدِيثِ إِشَارَةٌ إِلَى هَذَا[/arabic-font]

“Imam Syafi’i V dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya berpendapat ; Disunnahkan untuk berpuasa hari ke-9 dan ke-10 karena Nabi berpuasa hari ke-10 serta berniat untuk puasa hari ke-9…. Sebagian Ulama berkata, “Barangkali sebab puasa hari ke-9 bersama hari ke-10 adalah agar tidak menyerupai orang-orang Yahudi jika hanya berpuasa hari kesepuluh saja. Dan dalam hadits tersebut memang terdapat indikasi ka arah itu” (Syarah Shahih Muslim 9/205)

✏️Puasa tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11

📌Berdasarkan hadits Ahmad dalam musnadnya dari hadits Ibnu ‘Abbas, yang dia merafa`kannya kepada Nabi , beliau bersabda:
[arabic-font] « خَالِفُوا الْيَهُود ، صُومُوا يَوْمًا قَبْله ، أَوْ يَوْمًا بَعْده » وَقَالَ عَطَاء عَنْ اِبْن عَبَّاس رضي الله عنهما : « صُومُوا التَّاسِع وَالْعَاشِر , وَخَالِفُوا الْيَهُود » ذَكَره الْبَيْهَقِيّ[/arabic-font]

📌Selisihilah oleh kalian orang-orang Yahudi, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.’ Atha` berkata dari Ibnu ‘Abbas L, ‘Berpuasalah hari yang kesembilan dan kesepuluh, selisihilah orang-orang Yahudi.” (disebutkan oleh al-Baihaqiy)

✏️Puasa tanggal 9, 10 dan 11

📌Berdasarkan hadits
[arabic-font] عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قاَلَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : « صُوْمُوا [يَوْمَ] عَاشُوْرَاءَ وَخَالِفُوا فِيْهِ الْيَهُوْدَ ، صُوْمُوا يَوْماً قَبْلَهُ وَيَوْماً بَعْدَهُ » رواه أحمد والبزار وفيه محمد بن أبي ليلى وفيه كلام.[/arabic-font]

📌Dari Ibnu ‘Abbas L, dia berkata, ‘Rasulullah bersabda, ‘Berpuasalah kalian [hari] ‘Asyura`, dan selisihilah oleh kalian orang-orang Yahudi di dalamnya, berpuasalah kalian sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.’ (Dha’if, HR. Ahmad, al-Bazzar)

✏️Puasa tanggal 10 saja

📌Berdasarkan dalil fadhilah puasa tanggal 10 secara umum tanpa penyebutan sehari sebelum dan sesudahnya.

✏️Hukum puasa ‘Asyura`

📌Hukumnya adalah sunnah muakkadah

📌Berdasarkan hadits dari ‘Abdillah bin Umar L, Rasulullah bersabda
[arabic-font] « إِنَّ عَاشُورَاءَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ » [رواه مسلم (1136)][/arabic-font] 📌“Sesungguhnya ‘Asyura adalah satu hari, dari hari-harinya Allah, maka siapa yang mau memuasainya, dan siapa yang mau, maka dia meninggalkannya.” (HR. Muslim 1136)

📌Juga hadits Aisyah J, dia berkata
[arabic-font] كَانَ عَاشُورَاءُ يَوْمًا تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَاهِلِيَّةِ ، وَكَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم يَصُومُهُ ، فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ ، فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَهُ ، وَمَنْ شَاءَ لاَ يَصُومُهُ [رواه البخاري ( 3744)][/arabic-font]

📌Adalah ‘Asyura adalah satu hari yang orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, dan adalah Nabi berpuasa padanya. Maka tatkala beliau datang ke Madinah, beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa. Maka tatkala turun Ramadhan, maka siapa yang mau dia berpuasa, dan siapa yang mau dia tidak berpuasa.” (HR. al-Bukhari 3744)

🍃Wallahu a’lam. Hanya Allah yang memberi taufik.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

🌺 Group Tanya Jawab Khusus Muslimah 🌺
📘 Majelis Taklim Salsabila Alumni SMANDA/SMUNDA 📘
📲 Untuk bergabung ketik “GABUNG_Nama_Angkatan” KIRIM ke no. +6285749060476📕
📲 Join via Telegram https://telegram.me/akhowatsmanda atau klik http://bit.ly/20jtqpe untuk melihat kumpulan tanya jawab dari awal.
🌎 http://www.attabiin.com/category/konsul-salsabila/
📻 Ikuti siaran radio al-Umm 102,5 FM Malang, Relay Pandaan dan sekitarnya di 102,8 FM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *